sarjana farmasi dan masa bakti apoteker

Posted: November 27, 2011 in Uncategorized

hmmmm….. dari mana mulainya ya?
dari bahasa indonesia saja deh, dari judulnya maka ada 2 kata benda yang terselip didalamnya, yang pertama sarjana farmasi dan yang kedua masa bakti apoteker

lho.. apa hubungannya?
BANYAKK……… dikit juga gak papa😦

yup, sekarang saya sudah resmi menyandang gelar sarjana farmasi (cieeeee………..), dan tentunya ada beban berat disamping honour yang juga besar didalamnya. ya, kewajiban sebagai seorang apoteker yang ahli dibidang obat (wiiihhh,….. dah jadi ahli pak cik niii)

sama dengan bidang lain yang yang bergelar, yang tentunya juga memiliki masa bakti untuk gelarnya, but wait a minute… adakah masa bakti apoteker??

pernah dengar??
kapan??
ya sekarang tentunya…

tapi jelas ada masa bakti apoteer (dulu….) tapi sekarang udah gak ada lagi, gak tau deh kenapa… tapi sepertinya masa bakti seperti dahulu itu perlu ada lagi, zaman sudh berubah, arah orientasi farmasi juga sudah berubah, dan tingkat pemahaman masyarakat pun jga sudah berubah. ya, masa bakti itu perlu, tapi apakah perlu program peerintah dahulu ungtuk itu? (bagusnya sih iya), gak harus kan? bisa dimulai dari yang kecil saja dulu, mulailah dari diri sendiri dan lingkungan keluarga

ya, arah oreientasi farmasi sudah berubah, dari drug oriented to patient oriented (bingung yaaa..), istilah mudahnya, sekarang sudah duharuskan “mangaca” pasien, wiiihhh, hebaaaaattt..

ya, hebat kan, tapi kehebatan ini memiliki pertanggungjawaban yang tak kalah hebatnya, dan dituntut memiliki skill dan kemampuan diatas rata-rata seorang farmasis atau apoteker zaman daholoe,, nah, mari kita berfikir sejenak, untuk terjun ke klinis farmasis harus lebih lama berinteraksi dengan pasien, nah berapa lama waktu bagi seorang calon farmasis sekarang berinteraksi degan pasien sewaktu PKP?? hahahaha, jawab sendiri, idealnya waktu yang kita butuhkan untuk itu minimal sama dengan koAs, agar kemampuan kita dalam manajemen farmasi klinik juga mumpuni,,, mmmmmmm.. sepertinya memang butuh waktu untuk merealisasikan hal itu sesuai dengan PP51

akhirnya, dibalik keterbatasan itu, tunjukkanlah bahwa kita yang notabenanya adalah ahli di bidang obat dengan mengawal penggunaan obat di ligkungan keluarga dahulu, dan nantinya kita aplikasikan ditempat kerja nanti

(wah capk malam ini nuis, besok diisambung lagi… :))

tulisannya masih “kasar” nih, perlu diedit lagi

Komentar
  1. Farmatika mengatakan:

    betul sekali..kawal obat di lingkungan keluarga dahulu untuk selanjutnya ke masyarakat luas

  2. Informasinya sangat bermanfaat. Semoga tetap diupdate, banyak yang membutuhkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s