Sepucuk surat dari kubur

Posted: Juli 26, 2011 in Uncategorized

Sobat,
Kukirimkan engkau sepucuk surat dari alam kubur
Kutulis kisahku di dalamnya,
agar engkau terhenyak dalam mimpi sekejap…

Buat apa aku hidup,

aku bergumam

Mencari harta kekayaan sesukamu, kata Seseorang

Menjadi tokoh yang termasyur, sela Seseorang

Menikmati indahnya makhluk, celutuk Seseorang

Berpetualang, sahut gunung-gunung

Menjadi pemimpin besar, bisik Seseorang

Menikmati keindahan Tuhan, ujar lautan

Aku tersenyum puas dalam halusinasi semu

Siul Malaikat membangunkan mimpi sesaat

Kulihat sekitar, merinding jiwa, mengerang rasa

Kenapa semuanya telah lenyap?
Kemana orang tadi?
Kemana gunung-gunung
dan lautan tadi?

Hanya aku sendiri

sendiriku menatap mati jasadku
sendiriku dalam penyesalan akan lalaiku
sendiriku dalam lumpur dosa-dosaku
sendiriku dalam lingkaran makhluk-makhluk beringas itu
sendiriku dalam sepi senyap
sendiriku dalam suara-suara pekik lara
sendiriku dalam gundah gulana

Semua telah sirna…,

kemolekan tubuhku

kursi empukku

kasur sutraku

intan permataku

kendraan-kendaraanku

Rasulullah S.A.W Bersabda, “Jika kamu membaca 2 kalimat syahadat dengan keyakinan sekali saja, Syurga akan menanti kamu.”

rumah istanaku

gelar kehormatanku

musik-musik gilaku

film-film kisah hidupku

manusia-manusia pujaan hatiku

sahabat-sahabatku

baju celanaku

dan aku dengan keakuanku.

Kemana semua?
Mengapa hanya aku sendiri?

Sungguh sakit, sungguh sesak di sini, amat pedih
Tak pernah kutahu alam ini

Oh..

Siapakah dia?

Ah…, lupakah kamu? ejek cacing

Dia adalah utusan Tuhan-Mu, sahut tanah

Dia itu penanyamu, kata kubur

Dia juga pembalas tiap-tiap titik dosamu, ujar hawa nafsu

Dia akan menghisab dan menyiksamu, bentak rasa

Dia menuntut pertanggungjawabanmu, sela panca indera

Oh Tuhan…,

Ampuni hamba
hamba hina dina
hamba kumuh dan teramat lusuh
hamba remuk dalam dunia semu

Sobat,

andai aku tahu

tiada pantas bagi hati mencinta isi bumi

betapa bodohnya diri jika terlena oleh insani

betapa pandirnya diri jikalau akal masih terbuai materi

betapa lucunya aku jika bersenang-senang dalam senda gurau itu

Sobat,

Dengarlah teriakku,

wahai yang masih punya tubuh

semua yang kau lihat di sana hanya mimpi

di lahirmu adalah tipuan dan ujian

di bathinmu adalah pelajaran

engkau lengah, iblish meraja

engkau goyah, setan merajam

Wahai, mendekat…,

mendekatlah pada-Nya

agar waspada dan tegar engkau melangkah

agar tiada sesal di alam Barzakh dan di Alam perhitungan

Ampun Tuhan, ampuni hamba,

sungguh tiada guna bagiku sesal kini.

tulisan ini kutemukan dalam komputerku, aku gak tau penulisnya siapa, udah nyari di googl tapi belum ketemu. tapi tulisan ini sungguh mengena. ramadhan telah dekat bahkan kuburpun juga makin dekat tiap hari.

sudahkah persiapan kita??
atau kita terlanjur lalai mempersiapkannya??
dan beruntunglah bagi yang sudah mempersiapkannya?

tengah malam, 24 Juli 2011

saat air mata tak mampu keluar, bahkan aku pun malu dengan debu

Komentar
  1. wetsi mengatakan:

    اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمِ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s