mahasiswa farmasi dan orientasi

Posted: Mei 28, 2010 in organisasi

Ketika membaca judulnya, mungkin banyak yang bertanya, ada apa dengan orintasi mahasiswa farmasi itu sendiri? Atau orientasi seperti apa yang menjadi dilema?. Namun pertanyaan yang tepat adalah apakah mahasiswa farmasi itu sendiri mempunyai orientasi?
Orientasi dalam artian tulisan ini adalah tujuan mahasiswa farmasi tersebut kuliah di fakultas farmasi dan kearah mana sang mahasiswa tersebut melangkah dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa farmasi. Ya, semua pasti sepakat bahwa kita memiliki tujuan masing-masing yang tentunya berbeda dari yang lain. Maka arah kegiatannya pun akan berkisar pada tujuannya tersebut. Inilah yang menjadi gap dan akhirnya memunculkan klasifikasi mahasiswa itu sendiri : mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura.
Sebgaian mahasiswa berfikir apatis dengan menjudge bahwa ada jurang yang lebar antara mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura. Mahasiswa kupu-kupu diartikan sebagai mahasiswa yang hanya kuliah dan pulang dan sering diartikan sebagai mahasiswa kutu buku serta mahasiswa yang berorientasi akademik dan ritme ini berlanjut terus hingga selesai kuliah, sedangkan mahasiswa kura-kura adalah mahasiswa yang kuliah dan rapat dalam organisasi yang sering diartikan sebagai mahasiswa aktifis kampus dan disematkan title “lamo tamaik”. Bahkan yang tidak mengenakkan adalah adanya jurang yang lebar antara kehidupan mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura itu. Kita mungkin lupa bahwa setiap mahasiswa itu sama, sama-sama mahasiswa yang memiliki tanggung jawab moral pada lingkungan, tanggung jawab pendidikan pada kampus dan tanggung jawab social pada masyarakat karena kita adalah bagian dari masysarakat dan lain-lain. Maka seharusnya tidak ada yang salah dengan jalan yang diambil oleh tiap-tiap mahasiswa (kupu-kupu atau kura-kura) sepanjang itu masih dalam koridor tanggung jawab mereka.
Kesalahan justru terjadi pada pemikiran masing-masing mahasiswa tersebut yang saling memisahkan antara kupu-kupu dan kura-kura yang pada intinya adalah sama.
Dari sini memunculkan persepsi baru lagi yang kembali mengkotak-kotakkan mahasiswa farmasi itu sendiri dengan kembali membagi mahasiswa menjadi 2 : organisasi oriented dan akademik oriented. Penulis sudah menyinggung bahwa salah satu tanggung jawab mahasiswa adalah pada tanggung jawab pendidikan yaitu tanggung jawab untuk menyelesaikan perkuliahan dan akademik maka jelaslah bahwa setiap mahasiwa farmasi adalah akademik oriented. Lalu bagaimana dengan organisasi oriented ? disinilah pilihan itu ada. Sebagian mahasiswa memilih untuk ikut terlibat dalam organisasi yang sering disebut sebagai organisasi kemahasiswaan, dan tidak ada paksaan untuk memasukinya walaupun orientasi memasuki organisasi kemahasiswaan itu berbeda-beda antara mahasiswa namun kebanyakan adalah mengasah kemampuan berinteraksi dan memperbanyak relasi dan hubungan. Kta tidak bisa langsung menlai mereka sebagai organisasi oriented karena aktivis bukanlah suatu profesi tapi mahasiswa lah peran mereka sesungguhnya maka kembali lagi pada awalnya, mahasiswa hanya ada akademik oriented. HANYA ITU.
Pilhan untuk ikut berorganisasi atau tidak, tidak akan merubah tujuan mereka setelah selesai kuliah dan mendapat gelar sarjana farmasi apoteker. Mereka akan tersebar sebagai scientis, social sebagai apoteker klinik, pemerintahan sebagai pegawai, atau lainnya, tergantung bagaimana sepak terjang mereka di dunia kampus. Apaun pilihan mereka, mereka tetap berhubungan dengan lingkungannya, berhubungan dengan masyarakat. Agaknya hal inilah yang mendorong sebagian mahasiswa farmasi untuk terjun dalam organisasi kemahasiswaan. Walaupun sebagian lain tidak ikut dalam organisasi namun mereka tetap memiliki kemampuan untuk berinteraksi.

Dunia kampus adalah dunia “maya” yang akan berakhir setelah keluar dari gerbangkampus atau kita telah tamat dan mendapat gelar sarjana. Akan menjadi apapun dia tergantung dari bekal yang sudah disiapkannya ketika masa kuliah. Ketika rajin di bangku perkuliahan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada tentu akan menghasilkan buah manis setelah terjun didunia nyata, namun sebaliknya bagi yang hanya bermain-main tentu akan bermain-main pula di dunia nyata.
Disinilah tujuan akhir itu dipertanyakan, menjadi apapun mereka atau kita apakah kita sudah menyiapkan bekalnya? Ataukan kita sibuk tak menentu di perkuliahan sehingga kita menjadi kehilangan orientasi belajar dengan hanya mencari nilai atau sibuk di kepanitiaan tanpa tahu tujuan akhir apa yang kita dapatkan? Sudahkah kita membuat peta di pikiran kita untuk 2 atau 5 tahun mendatang?
Atau
Sudahkah kita kita punya orientasi masa depan?
Selamat bagi yang sudah, ayo mempersiapkan bagi yang belum.
Maka bersiap-siaplah, karena mungkin kitalah generasi yang ditunggu-tunggu bangsa ini…
Jaya mahasiswa..

Komentar
  1. lingling mengatakan:

    Tulisanny sangat bgus…sbnarny sy sdg bggung akan cita2 sy k depan…mimpi apa yg akan sy angkat…sbnarnya farmasi hny sbuah loncatan bagi sya,,,sy ingin tw ni mimpi sdra saat msh kuliah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s